Petunjuk Operasional Kegiatan atau disingkat POK adalah dokumen yang memuat uraian rencana kerja dan biaya yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan, disusun oleh Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) sebagai penjabaran lebih lanjut dari DIPA(Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran). DIPA adalah dokumen pelaksanaan anggaran yang disusun oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran dan disahkan oleh Direktur Jenderal Perbendaharaan atau Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan atas nama Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum Negara (BUN). (PMK NOMOR 164 /PMK.05/2011 Tentang Petunjuk Penyusunan Dan Pengesahan DIPA).

Atau sederhananya begini, setiap aktivitas perkantoran seperti rapat, perjalanan dinas, pembelian alat tulis kantor, konsumsi tertuang dalam POK yang dijadikan rujukan dalam melaksanakan pekerjaan kantor.

Struktur POK secara umum terdiri dari Program, Kegiatan, Output, Sub Output, Komponen, Sub Komponen, Akun, Detil Belanja.

Struktur POK

  1. Program adalah penjabaran kebijakan Kementerian Negara/Lembaga yang berisi satu atau beberapa kegiatan dengan menggunakan sumber daya yang disediakan untuk mencapai hasil yang terukur sesuai dengan misi yang dilaksanakan instansi atau masyarakat dalam koordinasi Kementerian Negara/Lembaga yang bersangkutan.
  2. Kegiatan adalah bagian dari program yang dilaksanakan oleh satu atau beberapa satker sebagai bagian dari pencapaian sasaran terukur pada suatu program yang terdiri dari sekumpulan tindakan pengerahan sumber daya baik berupa personel (sumber daya manusia), barang modal termasuk peralatan dan teknologi, dana atau kombinasi dari beberapa atau semua jenis sumber daya tersebut sebagai masukan (input) untuk menghasilkan keluaran (output) dalam bentuk barang dan jasa.
  3. Output merupakan prestasi kerja berupa barang atau jasa yang dihasilkan oleh suatu Kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung pencapaian sasaran dan tujuan program dan kebijakan.
  4. Komponen merupakan tahapan/bagian dari proses pencapaian output
  5. Detil Belanja merupakan rincian kebutuhan belanja dalam tiap-tiap jenis belanja yang berisikan item-item belanja

Berikut contoh rincian POK

Diagram E-R Tabel Petunjuk Operasional Kegiatan (POK) Diagram E-R Tabel Petunjuk Operasional Kegiatan (POK)

Kalau kita perhatikan hirarki dari struktur POK mirip dengan hirarki dari Provinsi, Kabupaten, Kecamatan, Desa. Dimana Provinsi terdiri dari beberapa kabupatan, kabupaten terdiri dari beberapa kecamatan, dan kecamatan terdiri dari beberapa Desa/Keluarahan.

Begitupun dengan struktur POK, Program terdiri dari 1 atau lebih Kegiatan, Kegiatan terdiri dari beberapa Output, dan Output terdiri dari beberapa Komponen. Dari hirarki diatas kira bisa merancang database-nya dengan asumsi hirarki provinsi.

Diagram E-R Rancangan Database Petunjuk Operasional Kegiatan (POK)

Diagram E-R Tabel Petunjuk Operasional Kegiatan (POK)

Demikian rancangan database sederhana dari POK. Jika anda berniat membangun database-nya, anda mungkin perlu menambahkan kolom-kolom yang nantinya diperlukan sesuai kebutuhan instansi.


Komentar via Facebook tentang Rancangan Database Petunjuk Operasional Kegiatan (POK)

Komentar tentang Rancangan Database Petunjuk Operasional Kegiatan (POK)

  • Terima Kasih informasinya… Bli, orang perbendaharaan, kah?

    Saya jadi punya bayangan latihan yang bisa dipake untuk integrasiin IT dengan perbendaharaan…

    • Ya betul. Disini saya cuma untuk berbagi, siapa tahu ada yang mau mengembangkan untuk keperluan internal perkantoran. Misalnya untuk kegiatan A menghabiskan anggaran berapa. Dan juga yang ingin membuat aplikasi yang ada realisasi sampai level detil belanja.

  • Silahkan tulis saran, komentar dan pertanyaan dibawah!

    Your email address will not be published. Required fields are marked *